Perjalanan menuju 30

Menuju 30 itu dibilang menakutkan banget ternyata enggak juga. Di satu sisi aku menikmati prosesnya, tapi di satu sisi juga gak bisa bohong ada perasaan takut. Tapi yaaa mau gimana pun juga tetap harus dijalani kan? Kali ini akan kumulai dari ketakutanku perihal jodoh. Jujur sebagai seorang perempuan, aku merasa di usia ini agak jadi beban ya masalah jodoh tuh. Kalau dipikir-pikir sebenernya aku akan baik-baik aja sih kalau belum ketemu jodoh pun. Tapi yang jadi beban terberat itu ekpspektasi orang-orang terdekat sih, terutama orang tua. Ditambah stigma dari masyarakat yang membuat beban ini makin berat. Karena itu, munculah pikiran-pikiran negatif yang mulai mempertanyakan kualitas diri ini sebagai "manusia".  "Kenapa ya ko aku gak laku-laku?" " Apakah aku kurang menarik? " " Masih ada gak ya yang mau sama aku?" " Apakah aku layak untuk dicintai?" Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan kejam lainnya. Sedih sih, jujur. Entahlah rasa ins...

Maaf

 Sebuah kata maaf dariku yang tak pernah sanggup ku ucapkan langsung padamu


Maaf..

Maaf telah membiarkan perasaan ini hadir dan tumbuh 

Maaf karena telah membuatmu bingung dengan segala sikap dan perlakuanku

Maaf jika aku terlalu menyebalkan untukmu

Maaf karena telah nekat untuk berusaha menaklukanmu

Maaf...

 sepertinya aku akan berhenti sampai disini, bukan berarti aku lelah dengan sikapmu

Bukan berarti aku membencimu pula, tak pernah sedikitpun itu terlintas di pikiranku karena sampai detik ini aku masih mengagumimu

Maaf..

Semua aku lakukan karena aku telah sadar bahwa hatimu adalah milik orang lain

Aku tak mau mengejarmu lagi, karena aku tak mau membuatmu kelelahan untuk berlari lebih cepat meninggalkan aku

Katanya cinta itu tak mesti berbalas kan? Maka dari itu aku telah menerima semuanya, aku pergi agar kau tak usah membalas cintaku 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Letter I never Send

Pernikahan

Petak Umpet